Saturday, April 7, 2012

Nge-racing di Gunung Lempuyang


Kemarin, tepatnya tanggal 6 April 2012 adalah kedua kalinya aku daki gunung di Bali. Yang pertama Gunung Batur dan kemarin Gunung Lempuyang. Aku bukan anak MAPALA atau anak alam dsb, tapi kegiatan yang aku ikutin kebanyakan kebetulan dan ikut-ikutan -______-"

Jadi kemarin tepat purnama di Bulan April, SMFE Unud ngadain acara Tirta Yatra ke Pura yang letaknya di Gunung Lempuyang. Awalnya nggak ada niat sama sekali buat ikut karena aku bukan umat Hindu. Tapi karena salah satu temenku yang namanya "Mira" ups ngajakin kesana nggak tau kenapa aku jadi ikutan pergi bareng anak-anak yang lain juga.

Mau tau gimana serunya acara mendaki kemarin dan gimana ceritanya sampek nge-racing yuk baca yaaa yang lengkap :)

Dengan bekal kebaya, kamen, selendang yang semuanya minjem -__- HP, duit seadanya, dan sandal jepit aku berangkat dari rumah, ke rumah-nya Mira dulu, ke CK beli bekel baru akhirnya kumpul di Kampus Sudirman yang sebenernya udah ngaret banget dari yang dijadwalin. Janjiannya jam setengah 7 tapi aku sama temenku baru dateng jam setengah 8. Aku pikir kita yang terakhir dateng eh ternyata ada yang lebih ngaret yaitu jam 9! Parah nih mahasiswa. Jelas jadinya kita berangkat terlambat dari jadwal yang diatur sebelumnya.

Singkatnya, kita berangkat dari Kamsud (Kampus Sudirman) jam 9 pagi dan kurang lebih jam 11 udah sampai di kaki Gunung Lempuyang. Perjalanan yang bener-bener nggak kerasa karena di bis sepanjang perjalanan temenku yang namanya si Mira itu ngelawak sampek yang denger sakit perut. Dia duduk sama Anggar, temenku yang lagi satu. Aku duduk sama Desak, dan Krisna sama Rahmat. Di depanku ada Dea dan Sukma, di belakangku ada Eka dan Agus. Sebenernya yang Mira bilang itu nggak lucu, tapi mukanya yang cerita sama kata-katanya dia yang bikin bener-bener deh antara lucu, sedih liat mukanya, atau tengal :p

Kami di bis 1 yang pertama sampai di sana. Kami harus menunggu dua bis lainnya yang katanya salah satunya mogok -___- yaowoh banyaknya cobaan kami. Tapi tetep aja kesempatan di dalam kesempitan, yaitu mepotrek.

di bis :)
Ekan - Sukma - Desak - Ayu - Agus - Rahmat - Yogi - Eka - Kyisna - Anggar - Mira - Yunita cantik - Utama
Kyisna - Anggar - Mira - Yunita cantik


Yak, setelah semua pasukan berkumpul, kita makan siang dan mulai mendaki ke Pura yang pertama. Dibilang mendaki sih nggak, soalnya kita naik mobil sewaan gitu sejenis pick up. Perjalanan naik mobil itu juga nggak mulus-mulus amat karena jalanannya yang tanjakan yang tajam dan belokannya yang sangat menukik membuat kami di mobil berteriak. Terutama si Anggar dan Mira yang paling nggak bisa diem -___-

Sembahyang di Pura pertama lancar-lancar aja, perjalanan yang melelahkan mulai dari mendaki Pura kedua. Berjalan kaki menuju Pura yang kedua bukan melewati jalan setapak atau hutan yang kita bayangkan di gunung tetapi banyak sekali anak tangga yang membuat kakimu sampai bergetar. Nggak kebayang deh gimana sakitnya. Kadang kami berhenti di warung-warung beratapkan terpal seperti pos-pos dalam pemcarian jejak. Pura kedua tinggi dan indah sekali. Ketika melihat ke bawah Pulau Bali terlihat sangat hijau dipenuhi pepohonan. Sayang banget nggak ada di aku fotonya sekarang.

Perjalanan di lanjutkan dengan sembahyang di Pura Madya kemudian ke Pura Luhur yang letaknya paling tinggi yaitu di puncak Gunung Lempuyang. Serunya, perjalanan dari Pura Madya ke Pura Luhur benar-benar melewati hutan dan jalan setapak yang sudah sedikit terlihat aktivitas manusia. Tetap saja ada beberapa warung yang buka dan heran yaaa gimana cara mereka tiap hari membawakan barang dagangannya sampai ke tempat mereka berjualan di tengah gunung.

Kami harus saling bekerja sama dan membantu untuk sampai ke puncak apalagi saat lelah kami tidak boleh mengatakan capek atau mengeluh, mitosnya akan membuat perjalanan kami bertambah berat. wahh susah yaa..
Dengan bantuan teman-teman yang lain dan perjalanan yang amat sangat lama, beberapa kali berhenti di warung-warung, ataupun beristirahat, akhirnya aku tidak menyangka bisa sampai di puncak. Pemandangan yang benar-benar indah. Namun kabut yang menutupi pemandangan di bawah membuat kami tidak dapat melihat pemandangan di bawah dengan puas, kami harus buru-buru turun sebelum hari menjadi gelap. Sebelum turun, kami mengambil beberapa foto.

Sembahyang di salah satu Pura (aku kanggoang motoin)

Pura Madya 


Yeaaaaaaaaaaa puncakkkkkkkk!!!!!!!!!!

Mengejar waktu agar tidak sampai gelap, kami mnuruni Gunung Lempuyang dengan lebih cepat dari saat  mendaki. Menahan sakitnya kaki dan laparnya perut kami berjalan sampai di pura kedua (kalau tidak salah). Di tempat ini ternyata sudah ramai sekali tukang ojek yang akan menawarkan jasanya mengantar sampai ke bis. Tanpa berpikir panjang aku dan teman-teman yang lainnya langsung meng-iya kan tawaran abang tukang ojek. 

Disinilah saat nge-racing dimulai, aku kira awalnya si tukang ojek bakalan pelan-pelan mengingat bagaimana curamnya jalan disana. Eh tapi ini nggak, malahan ngebutnya yaowoh..... si abang tukang ojek yang aku tumpangi malah sempat menyalip abang tukang ojeknya Anggar dan Kyisna. Aduh, untung nggak lepas dari motor aku. Maklum, aku duduknya cewek banget karena memakai kamen, cuma bisa pasrah deh, tangan kanan megang jaket si abang tukang ojek eret-eret (mikir kalau sampai jatuh si abang ini mesti jatuh juga pokoknya hahahahaha) tangan kiri udah sampai keringetan deh megang bagian belakang motor di dekat sadel entah apa namanya. Setiap tikungan aku hanya bisa memejamkan mata, habisnya si abang ini menikung sampai motornya benar-benar miring beberapa derajat, untung nggak nyungkling bener yaa aku.

Alhamdulillah sampai di tempat parkir bis dengan selamat. Kalau jatuh, nggak mungkin nulis postingan ini juga kan hahahahahaha. Berkesan banget hari ini walaupun kaki yang indah, mulus, dan ramping ini tiba-tiba harus BEROTOT dalam sehari :")

Makasi buat Mira, Anggar, Kyisna, Decak, Yogi, Eka, Agus, dan Rahmat yang udah saling tunggu tadi. Makasi juga buat SMFE <3 Nggak lupa, makasi buat si abang ojek yaaa udah nganterin dengan selamat dan sangat PROFESIONAL. Hahahahahaha
Buat kalian pembaca, ayo kunjungi Gunung Lempuyang dan rasakan bagaimana kakiku sekarang :")

Terima Kasih <3








2 comments:

  1. Aku paling suka dengan alam,rasanya sangat menyenangkan. Takjub pada sang Pecipta. Aku dulu ikut MAPALA. Tapi lucu ya akhir cerita kok naik ojek...heheheee...

    ReplyDelete
  2. iyaaa :) kalau ikut kegiatan yang kayak gitu bisa lebih menghargai ciptaan Tuhan. Hehehe udah capek banget soalnya

    ReplyDelete